
Palembang, JN
Tokoh Masyarakat Sumsel, Komjen Pol (Purn) Drs Susno Duadji SH MH yang juga mantan Kabareskrim Polri menegaskan, pengadaan 1.800 lampu jalan atau Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di Kota Palembang tahun 2025 yang menelan anggaran hingga Rp 56 miliar kemahalan.
Susno menilai, jelas ada dugaan mark-up dalam pengadaan lampu jalan tenaga surya tersebut.
“Untuk itu APH (Aparat Penegak Hukum)
mesti bertindak, karena dengan adanya kemahalan jelas itu ada dugaan mark-up,” ujar Susno Duadji.
Masih dikatakannya bahwa belum lama ini dirinya baru saja membeli lampu jalan yang satu lampu tanpa tiang kisaran harganya hanya Rp 150 ribu sampai Rp 179 ribu, dengan jaminan kerusakan selama tiga tahun.
“Untuk watt-nya ada 300 watt, ada juga 100 watt, tinggal tambah biaya tiangnya saja. Lampu yang saya beli ini tidak ada kabelnya, sebab sudah smart system. Kemudian dengan harga hanya Rp 150 ribu sampai Rp 179 ribu sudah dapat remote control-nya,” jelasnya.
Diungkapkan Susno, pada remote control yang didapatkannya dari membeli lampu jalan tersebut dapat menyetel merubah warna lampu.
“Dari remote control selain kita bisa menghidupi dan mematikan lampunya. Warnanya juga bisa disetel dari remote, diubah jadi warna putih atau kuning. Jadi lampu smart system ini paling mahal harganya Rp 179 ribu terima di tempat. Nah, terkait pengadaan lampu jalan tenaga surya di Kota Palembang saya menilainya kemahalan,” pungkasnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>
Jejak Negeriku BERANDA