K-MAKI Pertanyakan Rp 506 Miliar Disita Tapi Belum Ada Tersangka Dugaan Korupsi Kredit BRI ke PT BSS dan PT SAL











Deputi K-MAKI Sumsel Ir Fery Kurniawan didampingi Koordinator K-MAKI Bony Belitong dan Tim Investigasi Rahman.(foto-istimewa)

Palembang, JN

Ir Feri Kurniawan Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI) Sumsel, Minggu (2/11/2025) mengatakan, pihaknya mempertanyakan terkait penyitaan uang Rp 506 miliar dalam perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas pinjaman/kredit BRI kepada PT Buana Sriwijaya Sejahtera (PT BSS) dan PT Sri Andal Lestari (PT SAL), sementara sampai saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan.

Terkait penyitaan uang ini sebelumnya telah diungkapkan oleh Aspidsus Kejati Sumsel, Dr Adhryansah SH MH.

“Bahwa dalam perkara ini kita telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti uang Rp 506 miliar lebih atau Rp 506.150.000.000. Penyitaan uang ini merupakan langkah awal dalam pengembalian kerugian keuangan negara, karena dalam penanganan perkara dugaan korupsi tidak hanya dipentingkan untuk penetapan tersangka serta pemidanaannya, akan tetapi juga tidak kalah pentingnya yaitu dilakukan penyelamatan kerugian keuangan Negara,” ujar Aspidsus Dr Adhryansah SH MH.

Deputi K-MAKI Sumsel, Feri Kurniawan menilai, seharusnya penyitaan uang tersebut disertai dengan penetapan tersangka.

“Jadi K-MAKI mempertanyakan mengapa uang Rp 506 miliar telah disita akan tapi sampai kini belum ada tersangka yang ditetapkan. Padahal, penyitaan uang itu kan sudah cukup lama. Oleh karena itu K-MAKI meminta agar penetapan tersangka di perkara ini jangan sampai berlarut-larut,” tegas Feri.

Apalagi, sambung Feri, dugaan kasus korupsi tersebut merupakan perkara yang sangat besar.

“Mengapa perkara ini sangat bersar? Karena potensi kerugian keuangan negaranya mencapai Rp 1,3 triliun. Pertanyaannya dari potensi kerugian negara tersebut kok hanya Rp 506 miliar yang disita oleh Jaksa,” kata Feri.

Menurutnya, untuk itu K-MAKI berharap agar Kejati Sumsel dapat mengusut tuntas perkara tersebut sampai ke akar-akarnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>





















About Admin JejakNegeriku.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!