Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kepedulian sosial serta perhatian terhadap pendidikan dan pembentukan karakter anak-anak.
“Tantangan terbesar saat ini bukan hanya menciptakan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan siap menghadapi perubahan zaman. Anak pintar sudah banyak, tetapi anak berakhlak juga harus banyak. Anak-anak harus dibina agar berani tampil dan siap menghadapi perubahan,” katanya.
Herman Deru juga menekankan pentingnya keikhlasan dan ketangguhan dalam menjalani kehidupan. Ia menyebut silaturahmi sebagai salah satu kekuatan yang mampu membentuk pribadi yang kuat dan peduli terhadap sesama.
Sementara itu, Tausiyah yang disampaikan oleh KH Anwar Zahid dalam pengajian tersebut mengingatkan bahwa jabatan, pangkat dan kedudukan hanyalah titipan dari Allah SWT yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Pemimpin yang baik, menurut tausiyah tersebut, adalah pemimpin yang hadir di tengah masyarakat dan kebijakannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. (ded)
Jejak Negeriku BERANDA