Kondisi tersebut membuat proses identifikasi membutuhkan ketelitian dan standar pemeriksaan forensik tingkat tinggi.
Saat ini, tiga jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan lanjutan di laboratorium DNA guna memastikan akurasi pencocokan data sebelum identitas resmi diumumkan kepada pihak keluarga.
Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanty, DFM., Sp.FM., menegaskan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan sesuai standar ilmiah forensik internasional untuk memastikan ketepatan data identitas korban.
“Kami menerima sampel DNA post mortem dan ante mortem untuk dilakukan analisis profil DNA secara menyeluruh mulai dari ekstraksi, kuantifikasi, hingga pencocokan akhir sebelum diterbitkan hasil pemeriksaan resmi,” katanya.
Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa kehadiran tim ahli dari Mabes Polri menunjukkan komitmen institusi dalam memberikan kepastian informasi kepada keluarga korban secara profesional dan humanis.
“Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh proses penanganan korban kecelakaan ini dilakukan dengan standar operasional terbaik, mulai dari evakuasi, identifikasi, hingga pemulangan jenazah kepada keluarga,” ungkapnya.
Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden kecelakaan Bus ALS agar terus berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara Palembang guna membantu percepatan proses identifikasi. (pah)
Jejak Negeriku BERANDA