Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanty, DFM., Sp.FM., menjelaskan bahwa proses identifikasi masih terus berlangsung.
“Seluruh pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ilmiah yang ketat mulai dari ekstraksi DNA, kuantifikasi, profiling, hingga rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem untuk memastikan identitas korban benar-benar akurat,” katanya.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa keterbukaan informasi kepada publik menjadi bagian penting dalam penanganan musibah berskala besar tersebut.
“Kami memastikan seluruh proses identifikasi berjalan secara transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis maupun hukum,” katanya.
Polda Sumsel juga terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses pemulangan jenazah berlangsung.
“Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden kecelakaan Bus ALS agar terus berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara M. Hasan Palembang untuk membantu percepatan proses identifikasi terhadap korban yang masih belum teridentifikasi,” pungkasnya. (pah)
Jejak Negeriku BERANDA