Kemenhaj Sebut Angka Kematian Jamaah Turun Signifikan











Berdasarkan data yang diterimanya, mayoritas peserta haji yang wafat justru bukan kelompok lanjut usia, melainkan jamaah berusia 40 hingga 50 tahun yang merasa dalam kondisi sehat sehingga terlalu memforsir aktivitas ibadah.

“Yang wafat itu justru orang-orang yang berusia 50-40. Kenapa? Karena rata-rata beliau-beliau ini merasa sehat, kemudian memforsir kegiatan ibadah. Tanpa sadar kemudian akhirnya mereka tenaganya berkurang, penyakit kemudian muncul, kecapekan akhirnya ada yang wafat,” ujar Dahnil.

Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi juga berkomitmen menekan angka kematian jamaah calon haji di Tanah Suci melalui peningkatan pelayanan dan pengawasan kesehatan.

Ia berharap jumlah jamaah wafat tahun ini dapat ditekan jauh di bawah angka musim haji sebelumnya yang mencapai sekitar 460 orang.

“Tahun lalu kan 460-an orang yang wafat, tahun ini mudah-mudahan tidak sampai ratusan lah. Kita berharap tentu berdoa semuanya sehat,” katanya.

Dahnil mengatakan peningkatan kualitas pelayanan jamaah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi kesehatan jamaah selama berada di Tanah Suci.

Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, ia mengimbau jamaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah berlebihan.

“Untuk jamaah kita berharap fokus persiapan puncak haji, istirahat yang cukup,” katanya. (Antara/ded)





















About Admin JejakNegeriku.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!