“Saya harap kabupaten/kota konsisten. Saya yakin pemerintah pusat akan memberikan perhatian lebih kepada Sumatera Selatan. Mari kita wujudkan pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya memaparkan empat kunci sukses pembangunan nasional sebagai strategi utama untuk membawa Indonesia keluar dari posisi negara berkembang.
Ia menilai tata kelola pemerintahan saat ini berada dalam fase yang menantang, seiring perubahan pendekatan, strategi, dan gaya kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto.
“Cara mengelola pemerintahan hari ini berbeda. Kita dituntut menjadi aparatur yang tidak hanya cerdas, tetapi juga terampil dan andal. Proses harus cepat, output harus tepat,” ujarnya.
Bima Arya menekankan perlunya meninggalkan cara-cara lama yang tidak efektif, tidak efisien, dan tidak adaptif terhadap tantangan zaman. Ia juga menyebut Indonesia tengah berada pada momentum strategis untuk menjadi salah satu dari lima besar kekuatan ekonomi dunia, yang didukung bonus demografi.
Adapun empat kunci sukses tersebut meliputi visi nasional yang konsisten lintas generasi, kemandirian nasional, pemerintahan yang efektif, serta kolaborasi dan inovasi.
Dalam kesempatan itu, Bima Arya juga menyoroti aspirasi Gubernur Sumsel terkait perlunya payung hukum yang lebih luas bagi daerah untuk meningkatkan pendapatan serta kejelasan sistem transfer pusat ke daerah.
Ia turut mengapresiasi sejumlah capaian positif Sumatera Selatan, seperti pengendalian inflasi yang baik serta angka stunting yang relatif rendah secara nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Kepala Bappenas RI Bidang Pemerataan Pembangunan Regional Tri Dewi Virgiyanti, perwakilan DPRD Sumsel M. Nasir, perwakilan Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainuddin, perwakilan Kapolda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto, serta jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Sumatera Selatan. (ded)
Jejak Negeriku BERANDA