PT Pusri Perkuat Implementasi Pertanian Presisi Melalui Kegiatan Tindak Lanjut PreciX Pada Agronomis











Arman Zainuddin selaku Vice President Pengelolaan Pelanggan PT Pusri Palembang saat sedang dalam kegiatan Tindak Lanjut PreciX pada Agronomis. (Foto-Istimewa)

Palembang, JN

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang terus memperkuat transformasi pertanian berbasis teknologi melalui penyelenggaraan kegiatan “Tindak Lanjut PreciX pada Agronomis” yang dilaksanakan pada 22–23 Juni 2026 di Palembang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergis Pupuk Indonesia Group dalam mendukung percepatan modernisasi pertanian sekaligus mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Diklat PT Pusri Palembang tersebut diinisiasi oleh Departemen Pengelolaan Pelanggan PT Pupuk Indonesia (Persero) dan diikuti oleh perwakilan dari Departemen Digital Sciences PT Pupuk Indonesia (Persero), Departemen Indonesia Agrifertilizer Research Institute (IARI) PT Pupuk Indonesia (Persero), Departemen Riset PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Departemen Riset PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Departemen Riset PT Petrokimia Gresik (PG) serta tim agronomis PT Pusri Palembang, PKT, dan PIM.

Robbin Radhian Lee selaku Vice President Pengelolaan Pelanggan PT Pupuk Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa PreciX merupakan wujud nyata transformasi pertanian berbasis data yang mampu memberikan rekomendasi pemupukan secara cepat dan presisi, sehingga penggunaan input pertanian menjadi lebih efisien dan produktivitas dapat terus ditingkatkan.

Suasana Vice President Pengelolaan Pelanggan PT Pusri Palembang, Arman Zainuddin foto bersama. (Foto-Istimewa)

“PreciX merupakan wujud nyata transformasi pertanian berbasis data yang mampu memberikan rekomendasi pemupukan secara cepat dan presisi, sehingga penggunaan input pertanian menjadi lebih efisien dan produktivitas dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara Arman Zainuddin selaku Vice President Pengelolaan Pelanggan PT Pusri Palembang menyampaikan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan iklim hingga keterbatasan lahan produktif.

“Oleh karena itu, diperlukan inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah PreciX (Precision Agriculture Platform), teknologi pertanian presisi hasil pengembangan Indonesia Fertilizer Research Institute (IFRI) bersama anak perusahaan Pupuk Indonesia,” katanya.

Masih dikatakannya, teknologi ini memanfaatkan drone multispektral dan proximal sensor untuk mendeteksi status hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) pada tanaman, serta didukung layanan Mobil Uji Tanah (MUT) guna mengetahui tingkat kesuburan tanah secara lebih akurat. Implementasi pertanian presisi melalui program PreciX telah menunjukkan hasil yang positif. Sepanjang tahun 2024, Pupuk Indonesia melaksanakan riset pada 46 titik demplot yang tersebar di 12 provinsi dengan total luas lahan mencapai 8.265 hektare.

Arman Zainuddin saat sedang dalam kegiatan Tindak Lanjut PreciX pada Agronomis. (Foto-Istimewa)

“Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan produktivitas rata-rata yang signifikan. Di Desa Sukamandi, Kabupaten Subang, misalnya, produktivitas padi meningkat dari 5,1 ton per hektare menjadi 5,6 ton per hektare atau naik hampir 10 persen. Selain meningkatkan produktivitas, penerapan teknologi pertanian presisi juga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 30 persen dan efisiensi penggunaan air hingga 37 persen, serta mendorong peningkatan hasil panen lebih dari 30 persen,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak di lingkungan Pupuk Indonesia Group, mulai dari fungsi pengelolaan pelanggan, pengembangan teknologi digital, lembaga riset, hingga tim agronomis yang berperan langsung dalam pendampingan petani di lapangan.

Kegiatan “Tindak Lanjut PreciX pada Agronomis” dilaksanakan dalam dua rangkaian utama. Pada hari pertama, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknologi PreciX dari tim Digital Data Science (DDS) dan IARI PKT, serta praktik penginputan data pada sistem PreciX. Selanjutnya, pada hari kedua, peserta melakukan kunjungan lapangan ke komoditas kelapa sawit di KUD Panca Sawit Makmur bersama mitra integrator dan petani binaan untuk melihat secara langsung implementasi teknologi tersebut.

Melalui kegiatan ini, PT Pusri Palembang bersama Pupuk Indonesia Group optimistis bahwa pengembangan teknologi pertanian presisi akan semakin memperkuat produktivitas pertanian nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan Indonesia. (ded)

Suasana pengecekan melalui udara. (Foto-Istimewa)




















About Admin JejakNegeriku.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!