“Pak Sekda, saya minta dibuatkan surat tembusan ke Kabupaten/Kota agar meminta pendampingan dari Inspektorat masing-masing,” tambahnya. Lebih lanjut, Gubernur juga meminta PMI aktif menjalin kemitraan melalui MoU, tanggap bencana, serta menggalakkan sosialisasi pertolongan pertama secara berkala dengan melibatkan Palang Merah Remaja (PMR).
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kesediaan para pengurus Kabupaten/Kota yang baru dilantik demi misi kemanusiaan.
“Selamat kepada kepengurusan yang baru dilantik. Amanah yang diemban ini bukan sekadar atribut, melainkan kepercayaan untuk berbuat tanpa pamrih. Niat baik saja tidak cukup, kita tetap dituntut tanggung jawab dalam bentuk laporan keuangan yang akuntabel,” ujar Feby.
Feby menyarankan, untuk bantuan kemanusiaan ke depan, PMI sebaiknya memprioritaskan bantuan dalam bentuk barang agar penyalurannya ke masyarakat bisa lebih cepat dan laporan pertanggungjawabannya sesuai prosedur.
Ia juga menargetkan PMI untuk lebih agresif dalam memenuhi kebutuhan darah melalui sistem “jemput bola” serta memperluas jejaring organisasi hingga ke tingkat desa.
“Kebutuhan darah sangat tinggi, bukan hanya untuk korban kecelakaan, tapi juga ibu hamil dan anak penderita talasemia. Kita bisa maksimalkan gerakan gotong royong, salah satunya melalui program PMI Goes to School,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra, Ketua DWP Sumsel Desy Edward Candra, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. (pah)
Jejak Negeriku BERANDA