Eddy Santana Bantu Ratu Dewa Atasi Banjir di Palembang











“Jumlah warga Kota Palembang saat ini sekitar 1,5 juta lebih, yang mana satu orang per hari sampahnya bisa 0,7 Kg, sehingga tinggal dikalikan saja. Dengan jumlah sampah harian yang sangat banyak ini perlu 200 truk untuk mengakut sampah-sampah. Tapi sekarang kan jumlah truk pengangkut sampah jauh dari jumlah itu,” jelasnya.

Untuk mengatasi sampah tersebut, sambung Eddy Santana, dirinya memiliki ide dengan melibatkan peran serta masyarakat.

“Di Keramasan kan ada perusahaan yang mengelola sampah menjadi energi, ini kesempatan, misalnya warga yang membawa sampah dihargai 1 Kg sampah senilai Rp 100, yang bayarnya pihak perusahaan. Jadi selain sampah-sampah diangkut pemerintah menggunakan truk, warga juga membantu dengan menjualkan sampah itu kepada perusahaan yang mengelola sampah menjadi energi. Dengan demikian masalah sampah bisa teratasi,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, urusan mengatasi banjir dirinya sangat berpengalaman. Sebab sebelum menjabat sebagai Walikota Palembang dua periode dirinya bertugas di Dinas PU pada bidang perairan, irigasi yang semuanya berurusan dengan air.

“Kemudian saya sekolah teknik sipil S2 yang jurusannya memang terkait sungai, rawa dan banjir. Sekarang saya S3, masih Kandidat. Mudah-mudahan di atas bulan Juni sudah selesai S3 saya. Jadi, aku berpengalaman di bidang manajemen sumber daya air,” paparnya.

Diungkapkannya, Kota Palembang memang termasuk daerah rendah. Tapi untuk mengantisipasi banjir yang disebabkan hujan deras pemerintah bisa meminta data dari BMKG.

“Kemudian soal pasang surut bisa minta data kepada pelayaran. Jadi semuanya kan ada datanya, sehingga saat sebelum terjadi banjir bisa diantisipasi. Jangan setelah banjir baru turun untuk di atasi, kalau seperti itu susah. Selain itu, daerah resapan kedepannya juga harus dipikirkan. Apalagi di kota kini jalannya dan lorongnya terbuat dari beton, aspal dan halamannya disemen. Untuk itulah kedepannya jalan kecil dan lorong kita sarankan menggunakan konblok saja, sehingga ada resapan disaat hujan turun,” tandas Eddy Santana. (ded)





















About Admin JejakNegeriku.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!