Antisipasi El Nino, Herman Deru Amankan Lumbung Pangan Sumsel











“Saat ini kami telah melakukan identifikasi lahan yang rawan kekeringan, mendistribusikan kebutuhan lahan, serta melakukan monitoring dan evaluasi setiap hari agar program cetak sawah berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Bupati OKI, Muchendi menyambut baik pencanangan ini dan menegaskan kesiapan daerahnya dalam menghadapi El Nino melalui pola tanam yang tersinergi antara kementerian, pemprov dan pihak terkait.

Kabupaten OKI sendiri memiliki Luas Baku Sawah (LBS) mencapai 105.436 hektare, menjadikannya yang terbesar kedua di Sumsel setelah Kabupaten Banyuasin. Lahan tersebut terdiri dari lahan irigasi, tadah hujan dan rawa lebak.

“Sekitar 30 persen lahan di OKI merupakan rawa lebak yang selama ini belum optimal dimanfaatkan karena genangan air. Kondisi El Nino dan kemarau justru membuka peluang emas bagi kita untuk meningkatkan luas tanam di lahan rawa lebak tersebut,” ungkap Muchendi.

Untuk musim tanam 2025–2026, Kabupaten OKI menargetkan keseluruhan luas tanam mencapai 158.781 hektare. Dengan target yang masif ini, OKI diharapkan menjadi kontributor utama dalam menyokong target 5 juta ton GKG yang dicanangkan Gubernur Sumsel.

“Kami terus membutuhkan dukungan dari Pemprov Sumsel serta kontribusi CSR untuk alat pertanian. Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong, bersinergi, dan berkolaborasi,” tambah Muchendi.

Sebagai bentuk konkret perhatian pemerintah, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan berupa 2 ton pupuk subsidi dan benih padi untuk lokasi cetak sawah seluas 400 hektare.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif antara Gubernur Sumsel dengan para bupati/wali kota se-Sumsel yang hadir. Turut hadir dalam kegiatan ini Forkopimda Sumsel, Forkopimda OKI, petani dan tokoh masyarakat setempat. (ded)





















About Admin JejakNegeriku.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!