Karena itu, dia menekankan pentingnya momentum bonus demografi dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing generasi muda Indonesia.
“Dan ini adalah saat yang sangat penting, sangat krusial, karena momen ini hanya datang satu kali dan tidak akan terulang lagi. Karena itu saya berpesan sekali lagi, anak-anak muda harus saling bergandengan tangan,” kata Wapres.
Wapres secara khusus, mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk lebih aktif terlibat dalam penguatan pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Papua.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk mendukung pemerataan pendidikan, kesehatan dan transformasi digital di daerah-daerah terpencil.
Wapres sendiri beberapa kali mengunjungi berbagai wilayah di Papua untuk memastikan program-program pemerintah dapat menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
“Kalau bisa, mungkin kunjungan berikutnya kita ajak teman-teman Pemuda Muhammadiyah ke Papua agar tahu keadaan riil dan bagaimana tantangan di sana. Karena Pemuda Muhammadiyah pasti sangat konsen terhadap masalah kesehatan dan pendidikan,” ujar Wapres.
Wapres menegaskan, “Saya tidak maksa, tapi kalau bersedia, ya kita ajak”
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Muhammadiyah karena konsisten melahirkan kader-kader muda unggul dan berakhlak yang kini berkontribusi di berbagai sektor strategis nasional. (pah/Antara)
Jejak Negeriku BERANDA