Perjalanan Prof Isnawijayani ke Korea, Musim Semi Hingga Go Green











Prof. Hj. Isnawijayani, M.Si., Ph.D saat di Korea. (Foto-Istimewa)

DI Korea kini sedang Musim Semi (SPRING SEASON), suhunya sekitar 8-23 derajat, udara masih dingin dan masih suka turun hujan.

Harus membawa pakaian tebal hangat dan nyaman selama perjalanan. Membawa payung, topi, jaket tebal, syal, sarung tangan, longjon, sunblock, body lotion, lipgloss, sepatu yang nyaman.

Selama di Korea, banyak jalan di tempat terbuka dan ada beberapa tempat akan banyak naik tangga, maka harus menggunakan sepatu nyaman jangan menggunakan high heels.

Gimana dengan ngecas handphone (HP) dan laptop, colokan listrik di Korea sama dengan Indonesia, dua bulat. Standard voltase 200v 60hz. Di pesawat power bank tidak disimpan di dalam koper yang ingin masuk bagasi pesawat, tetapi hanya boleh dibawa di Hand Carry/Tas Jinjing, max 10.000MAh.

Dari Jakarta menggunakan Pesawat Garuda, agar tidak merasa sangat kedinginan ganti baju dapat dilakukan setelah pemeriksaan di Imigrasi dan mengambil bagasi waktu tiba di Seoul.

Suasana saat Prof. Hj. Isnawijayani, M.Si., Ph.D di Korea. (Foto-Istimewa)

Makanan seperti sambal, popmie boleh dibawa ke korea. Tidak diperbolehkan membawa produk hewani (daging, susu, telur, dll) atau produk nabati (buah dan sayuran segar, biji-bijian), termasuk makanan pesawat saat kedatangan. Apabila melanggar akan dikenakan denda sesuai ketentuan bea cukai.

Saat ini di Korea Selatan sudah melakukan Go Green dan mengurangi sampah plastik, maka jangan lupa membawa tas lipat belanja untuk memudahkan saat berbelanja.

Saya sampai di Icheon airport langsung Pocheon Bidulginang Falls, ke Nami Island tempat shooting film Winter Sonata, dan ke Mount Sorak.

Saya juga mengunjungi Starfield library, Patung Gangnam Style, Dongdaemun Fashion Town, dan melewati Cheonggyecheon Stream, Gingseng Centre, K Kosmetic Shop dan banyak tempat lainnya, termasuk memakai baju korea di Hanbok experience di Gyeongbok Palace, tempat batu permata, pusat-pusat makanan herbal sehat dan myedong street.

Prof. Hj. Isnawijayani, M.Si., Ph.D saat melakukan perjalanan ke Korea. (Foto-Istimewa)

Yang berkesan, negara ini bersih, walau ada toiletnya yang kotor karena sudah penuh tissue sebagai pembersih diri di toilet, gak disediakan air. Semua tulisan informasi menggunakan tulisan korea, untung dapat dicari artinya dengan google, takut mengandung don halal untuk makanan apapun. Untungnya, diajak makan di resto yang halal.

Produk kosmetik banyak sekali, tinggal bilang perlu apa. Pelayan produk Korea hampir semua dapat ngomong Indonesia yang biasanya dikursuskan Bahasa Indonesia selama dua bulan di Yogja, tapi ada juga orang Indonesia asli.

Orang Korea kulitnya bersih hidungnya mancung dan nampak seragam, kemungkinan karena dioperasi bukan karena keturunan. (***)

Oleh: Prof. Hj. Isnawijayani, M.Si., Ph.D (Direktur Pascasarjana Universitas Bina Darma Palembang)

Prof. Hj. Isnawijayani, M.Si., Ph.D saat di Korea. (Foto-Istimewa)
Prof. Hj. Isnawijayani, M.Si., Ph.D saat di Hanbok Town. (Foto-Istimewa)
Prof. Hj. Isnawijayani, M.Si., Ph.D saat di Patung Gangnam Style. (Foto-Istimewa)
Prof. Hj. Isnawijayani, M.Si., Ph.D saat berada di Korea. (Foto-Istimewa)
Suasana Prof. Hj. Isnawijayani, M.Si., Ph.D sedang di Negara Korea. (Foto-Istimewa)
Prof. Hj. Isnawijayani, M.Si., Ph.D ketika melakukan perjalanan wisata ke Korea. (Foto-Istimewa)




















About Admin JejakNegeriku.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!