Hal tersebut dikarenakan semua daerah memiliki peran strategis dalam pembangunan wilayah dan pemerataan ekonomi nasional.
Namun, tahun ini Kementrans akan memfokuskan program revitalisasi tersebut untuk 45 kawasan transmigrasi prioritas dan memperluas program itu ke wilayah lainnya.
Iftitah menyampaikan, program revitalisasi tersebut bukan hanya terkait perbaikan infrastruktur, tapi juga penguatan ekonomi kawasan, penyelesaian persoalan lahan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta konektivitas dengan pasar nasional maupun global.
Ia menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang modern, produktif, dan berkelanjutan, sehingga mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.
“Transmigrasi hari ini bukan lagi soal perpindahan penduduk, tetapi bagaimana mengintegrasikan potensi kawasan dengan investasi untuk menciptakan kebangkitan ekonomi lokal,” pungkasnya. (Antara/pah)
Jejak Negeriku BERANDA