“Kasus campak sempat mencapai puncaknya pada minggu epidemiologi ke-9. Namun, berkat intervensi imunisasi yang dilakukan secara masif dan terarah, saat ini tren kasus mulai melandai,” jelasnya.
Ia menambahkan, strategi yang dilakukan tidak hanya melalui imunisasi rutin, tetapi juga pemberian imunisasi kejar (catch-up immunization) bagi bayi dan anak usia 9 hingga 59 bulan guna memastikan terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity).
Dari sisi layanan, Direktur Layanan Operasional RSMH, Dr. Rahmadian, M.KM, menekankan adanya pergeseran paradigma dalam pelayanan vaksinasi yang kini tidak lagi terbatas pada anak-anak.
“Selama ini vaksin identik dengan anak-anak melalui posyandu. Padahal, orang dewasa juga memiliki kebutuhan imunisasi, seperti vaksin influenza, hepatitis, atau vaksin untuk kelompok berisiko tertentu agar tidak mengalami komplikasi berat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa melalui kolaborasi dengan Imunicare, RSMH kini menyediakan layanan vaksinasi komprehensif bagi masyarakat umum di lantai 3, mencakup imunisasi anak hingga dewasa.
Lebih lanjut, RSMH juga memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai komunitas pasien, seperti komunitas kanker payudara, talasemia, pasien hemodialisis, hingga epilepsi, sebagai bagian dari pendekatan layanan kesehatan berbasis komunitas.
“Kolaborasi ini penting untuk memperkuat dukungan sosial sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit melalui vaksinasi. Dengan sinergi lintas sektor, kita harapkan kualitas hidup pasien dapat meningkat,” pungkas Dr Rahmadian. (pah)
Jejak Negeriku BERANDA