Berdasarkan penilaian Indeks SPBE Tahun 2025, Sumsel meraih nilai 3.129 (Baik), namun indikator keamanan pada aspek audit dan penerapan kebijakan masih perlu ditingkatkan.
“Keamanan siber saat ini bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan pilar fundamental stabilitas nasional. Transformasi digital tanpa pengamanan mumpuni sama saja dengan membangun rumah megah di atas tanah yang labil,” ujar Ival.
Ival juga menegaskan instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, bahwa setiap instansi pemerintah wajib memiliki Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS/CSIRT) yang kompeten dan responsif 24/7.
Ia menuntut agar pembentukan tim di Kabupaten/Kota tidak sekadar formalitas di atas kertas, tetapi didukung infrastruktur dan SDM yang mumpuni.
“Jangan menutupi insiden karena takut dianggap gagal. Justru dengan melapor cepat ke BSSN melalui CSIRT Provinsi, kita bisa mencegah dampak yang lebih luas. Selain itu, tanamkan budaya keamanan siber di seluruh lapisan organisasi, karena keamanan adalah rantai yang hanya sekuat titik terlemahnya,” jelasnya.
Kegiatan Bimtek ini diikuti 70 peserta perwakilan dari Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se-Sumsel. Dan turut didukung oleh pihak swasta, Elitery Indonesia, sebagai bentuk kolaborasi ideal antara pemerintah dan sektor privat dalam mempercepat penguatan ekosistem siber nasional.
Melalui sinergi ini, Sumatera Selatan diharapkan mampu menjadi pelopor ketahanan siber di tingkat regional maupun nasional guna menyongsong visi “Indonesia Digital 2045”. (ded)
Jejak Negeriku BERANDA