
Palembang, JN
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jendral TNI (Purn) Djamari Chaniago memimpin Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Griya Agung Palembang, Rabu (6/5/2026).
Apel kesiapsiagaan digelar untuk memastikan kesiapan para personel, peralatan, dan koordinasi lintas sektor (TNI/Polri, BPBD, relawan) dalam menghadapi potensi bencana alam Karhutla.
Dikatakan Djamari Chaniago bahwa sesuai amanah dan instruksi, Presiden memberikan perhatian yang sangat besar mengenai pencegahan penanggulangan Karhutla ini.
“Arahan beliau sangat jelas seluruh capaian pengendalian karhutla selama ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Pemerintah tidak boleh lengah, seluruh pihak harus memperkuat kesiapsiagaan untuk meningkatkan kerjasama yang solid agar karhutla dapat ditekan.
“Secara historis wilayah Sumsel memiliki kerawanan cukup tinggi karena kombinasi karakter lahan gambut, areal perkebunan serta riwayat kejadian kebakaran yang berulang. Oleh karena itu, Sumatera Selatan merupakan wilayah yang perlu mendapatkan perhatian serius soal pengendalian karhutla,” katanya.
Berdasarkan data resmi Kementerian Kehutanan, luas Karhutla secara nasional pada tahun 2024 mencapai sekitar 376.805 hektare dan tahun 2025 sekitar 359.619 hektare.
“Untuk Provinsi Sumatera Selatan luas karhutla tahun 2024 tercatat sekitar 15.422 hektare sedangkan pada tahun 2025 luas karhutla di Sumsel turun menjadi sekitar 5.939 hektare,” paparnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>
Jejak Negeriku BERANDA