“Kami tidak hanya melakukan penelusuran internal, tetapi juga aktif membantu penyidik dengan menyerahkan berbagai data yang dibutuhkan. Kami juga telah telah melakukan pengecekan rekaman CCTV yang ada di lapas, selain itu dokumen yang diperlukan sudah
kami tunjukkan kepada penyidik, mulai dari buku mutasi klinik maupun buku mutasi pengamanan. Kami berkomitmen transparan dan memberikan informasi terkait kejadian tersebut,” katanya.
Tim dari pusat juga ikut turun langsung ke lapas untuk melakukan pendalaman lebih
lanjut terhadap kasus tersebut. Namun hingga kini, pihak Ditjenpas belum dapat
menyimpulkan penyebab pasti meninggalnya korban.
“Direktorat Pengamanan dan Pamintel juga turun langsung untuk melakukan pendalaman ke lapas narkotika Banyuasin, sampai saat ini kami belum bisa memberi kesimpulan. Masih
dalam proses penyelidikan,” paparnya.
Erwedi menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir jika nantinya ditemukan adanya unsur kekerasan dalam kasus tersebut, baik yang dilakukan oleh sesama warga binaan maupun
petugas.
“Kami berKomitmen akan selalu transparan dan tindak tegas apabila hasil autopsi ada dugaan kekerasan yang dilakukan oleh narapidana, apalagi oleh petugas tentu akan diusut tuntas. Untuk petugas sanki berat berupa PTDH,” tegasnya. (pah)
Jejak Negeriku BERANDA